Kenapa harus berbisnis ?

1)     Bekerja pada orang lain sudah tidak aman lagi

2)     Bisnis dapat digandakan, tapi tubuh tidak

3)     Apa yang anda dapatkan sebanding dengan apa yang anda dapatkan

4)     Ibadah lebih khusyuk

5)     Membantu sebanyak-banyaknya manusia

6)     Lebih banyak waktu untuk keluarga dan diri anda

 

Tahapan bisnis itu ibarat sekolah:

TK :

Mengumpulkan ilmu bisnis, semangat, dan memulai berjualan hal-hal kecil (membiasakan diri dengan kondisi berjualan, mengenal karakter pelanggan, dsbnya)

SD :

Berjualan hal-hal yang kecil tetapi sekarang mencari produk dengan harga rendah dan berusaha mencari pembeli yang membeli harga tinggi

SMP :

Menemukan bisnis yang cocok untuk diri. Tugas penjualan sehari-hari diserahkan pada orang lain, kini lebih fokus untuk mencari cara-cara untuk meningkatkan penjualan, inovasi dsbnya

SMA :

Mengembangkan usaha dengan membuka cabang, mulai mencari investor

S1 :

Bisnis sudah dapat digandakan dalam skala besar, cara-cara berbisnis sudah dibakukan. Pengembangan Franchise, atau kerjasama investasi menjadi pekerjaan sehari-hari. Membuat badan hukum usaha 

S2 :

Perusahaan go publik, yang dapat meningkatkan nilai perusahaan menjadi berkali lipat

Bagaimana Jika gagal ???

Maka itulah biaya kuliah, yang akan selalu melekat dihati dan menjadikan kita lebih kuat dikemudian hari.

Tingkatan Bisnis

1. Mastery     = Visi, Misi, Budaya Perusahaan, Keuangan

2. Leverage    = Effisiensi, penghematan biaya, peningkatan penjualan

3. Niche        = Sistem, membangun standar prosedur

4. Team        = Membangun tim berisi pegawai, manager yang bisa bekerja tanpa kita

5. Synergy     = Mendirikan cabang dan ekspansi

6. Result        = Hasil yang didapatkan

=== Mari sama-sama berdoa demi kemenangan Umat Muslim… ===

muslim_children_in_south_africa

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara

Turunkanlah para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina…

Sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara

Ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza

Kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka

Menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah        

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara

Janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami

Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu

Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu

Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,

Anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S Al’Ankabuut 29:41)

UrGenTLy RequiRed…

= Di Butuhkan Segera… =

PaRt TiMe EnGLish TeaCHer

FoR EntRy & beGinNeR LeveL…

With Requirements:
1. Beragama IsLam
2. Lancar English both Lisan & Tulisan
3. Diutamakan yang berpengalaman
4. Daerah Mengajar: Batu Ampar – Batam
5. Duration: 1-1/2 Jam per pertemuan
6. Ada test untuk calon guru

Lamaran dikirimkan melalui email ke:
EFun.englishschool@yahoo.com
atau,
helvigestina@yahoo.com

Informasi lebih lanjut hubungi:
[0778] 917 99 66

uRgenTLy RequIRed…

urgently-required

Surat cintaku untuk Allah,,,

Bismillah,,,,

Ya Allah,,, Betapa bahagianya hati ini dikala aku sampai pada saat dimana aku mampu menyempurnakan setengah dienku… Betapa sumringah hati ini kala ijab kabul didendangkan… Betapa luruh jiwa ini tatkala menyadari statusku yang baru sebagai seorang istri… bukankah seorang istri selalunya lebih indah daripada seorang gadis??

Ya Allah,,, Meski telah habis kubaca berbagai buku dan tulisan yang menyertai perjalanan baruku sebagai seorang istri… tapi tetap kuakui, begitu banyak kekhawatiran yang timbul saat aku memandang makhluk-Mu yang sekarang selalu berada disampingku. Setelah kurunut kembali pilin-pilinan hatiku, aku begitu takut… takut terlalu dalam mencintainya…. Melebihi cintaku pada-Mu dan pada kekasih-Mu… aku pun takut terlalu banyak berharap padanya…

Wahai Tuhan yang Satu… Siapakah yang dapat menjamin apa yang akan kami berdua hadapi dikedepannya?? akankah kami selalu mampu untuk saling mengerti dan saling memahami hingga maut memisahkan?? akankah kami selalu dapat berbagi ditengah ujian yang pasti akan datang??

Wahai ya Allah, aku tak ingin berpegang pada selain dirimu. Hanya pada-Mu kutumpahkan seluruh harapan dan asa di diri ini. Mengharap dapat menggapai ridho-Mu tatkala mesti mengabdi sebagai seorang istri…

Ya Allah,,, aku bukanlah Siti Khadijah, bukan pula Fatimah Azzahra ataupun Siti Aisyah. aku tak memiliki kemuliaan akhlak seperti mereka… Betapapun aku berusaha untuk menjadi istri yang solehah, tetap saja aku ini manusia yang lemah dan penuh kekurangan. Kemana harus kusampaikan duka lara yang mungkin timbul untuk mewarnai perjalanan ini jikalau bukan pada-Mu?? Kemana harus aku berteduh disaat badai menghampiri jikalau bukan pada-Mu??

Ya Allah,,, Milikilah hatiku ini… Milikilah kerinduanku ini… Jangan biarkan aku mencintai makhluk-Mu dalam kebutaan yang berkepanjangan… jangan biarkan aku merindui makhluk-Mu dalam kegilaan yang tak bertepi…

Ya Allah,,, aku takut ketika nanti saatnya cemburu berkaca di balik hati, hati ini menjadi sedemikian keras dan hitam. Nafas ini menjadi sedemikian menggebu dan berhujung pada sikap yang menentang perintah-Mu.

Ya Allah,,, aku memohon,,,, jagalah aku dari keburukannya, rahmatilah aku dengan kebaikannya, cukupkanlah kami dengan ridho-Mu, izinkan kami menapaki bahtera ini dengan pijakan iman dan takwa. Ingatkan kami untuk selalu berpulang ke pangkuan-Mu, ajari aku keikhlasan, ajari aku kesabaran, ajari aku ketabahan ya Allah. Kuatkan aku… Izinkan aku menikmati buah surga diakhir perjuanganku… aku menyadari tidak hanya keringat, darah dan air mata yang dikorbankan. Tapi jiwa raga ini… hidup ini..!!! bukankah ini jihadku??? ladang pahalaku???

Wahai Allah yang Maha Menguasai diri ini, saat cintanya mulai berpaling dari diriku kelak, ajarilah aku keistiqomahan untuk menjadi istri yang solehah… berikan aku keridhaan dan kepulihan melalui cahaya mata-Mu… Karuniakanlah kami penerus syahadatmu… yang kan jadi pelipur hati… yang kan jadi pengikat cinta kami… semoga kelak cahaya mata yang Engkau anugerahi akan menjadi mujahhid dan mujahhidah sejati, pembela ajaran yang lurus ini. Menjadi pemimpin yang adil bagi keluarga dan orang lain, menjadi penghafal Qur’an… ayat-ayat cinta-Mu…

Tata Letak Pabrik (^_*)

Merupakan salah satu mata kuliah favorite-ku. Firstly, karena dosennya adalah Bu Khalijah… tanya kenapa?? Karena… Beliau punya ritme belajar yang OK. Dengan beliau kita bisa sharing apa aja. Dari mulai harga minyak ampe krisis keuangan dunia. Beliau berani berbicara dan berargumen. Tidak hanya terpaku pada data silabus. Kalau ada yang memang perlu dibahas dan diketahui, tentu beliau tak segan-segan mengajarkan.

 

Bagiku dan temen-temen seangkatan, dia termasuk dosen terbaik yang kami miliki J Bicara tentang tata letak pabrik erat kaitannya dengan business (my favorite topic). Bisa dikatakan process plant location akan menempati posisi urutan teratas yang kan menjadi priority bagi industri.

 

Mm… Jangankan industri besar, industri kelas menengah kebawah pun perlu mengetahui strategi tata letak atau lokasi dari usahanya. Misalnya tukang semir sepatu… Tentu akan lebih tepat (dalam artian ’kemungkinan mendapatkan banyak profit’) jikalau mangkalnya di tempat-tempat orang yang banyak menitipkan sepatu mereka. Jadi sambil di titipkan sepatunya bisa sambil disemir. Contoh dekat aja yaitu di Masjid Raya Batam Center. Kalau tiba harinya sholat jum’at, wahh…. akan ramai sekali adek-adek yang menunggu client yang meminta agar sepatunya di semir.

 

Tapi ngomong-ngomong tentang tata letak pabrik yang pada dasarnya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor supporting, ada juga lho kondisi dimana kita tidak butuh lagi memilih dan merencanakan tata letak usaha atau lokasi bisnis kita. Contoh: kalo kita buka warung dirumah sendiri.  Nah kita ga mikirin lagi kan pengaruh dari tata letak pabrik dan impact-nya ke pasar. Tapi kita akan lebih concern ke komoditi apa yang kira-kira sesuai untuk dijual di warung kita itu.

 

Sebenarnya dasar dari mata kuliah tata letak pabrik itu simple dan ga perlu dibuat sulit. Meski terkadang ada perhitungan-perhitungan tertentu.

 

But overall… for sure, I really love it.

 

Pokoknya tetep semangat belajar deh !!

Apa yang kami perbincangkan tadi malam?

Malam… selalu jadi waktu yang tepat untuk berbagi cerita. Seperti malam ini, setelah rutinitas panjang yang memakan waktu seharian diluar… kini tiba waktunya bertukar cerita dengan suami tersayang…

 

Banyak hal yang kami bicarakan dari seputar kejadian hari ini, seputar pekerjaan, seputar impian-impian kami, seputar masakan, seputar film, seputar politik, seputar minyak dunia ampe seputar kehidupan muka bumi yang sudah tua renta ini… Terakhir juga sharing seputar bisnis.

 

Yaaa… Bisnis. Perdagangan. Usaha. Wirausaha.  

 

Kata-kata ini udah ada di benakku dari semenjak sekolah dulu. Pernah dagang kecil-kecilan sih… Cuma ya dengan keuntungan yang kecil pula. Sekarang pengennya aku bisa meng-operate suatu usaha industri yang cukup besar and yang sesuai dengan apa yang aku senangi…

 

Ingatkah kalian akan cerita saudagar kaya di zaman rasulullah? Ya, namanya abdurrahman bin auf, saudagar kaya raya yang sangat dermawan. Sejarah mencatat bahwa abdurrahman bin auf adalah seseorang yang sangat smart dalam berdagang. Tentunya dengan memegang konsep-konsep yang diajarkan oleh rasulullah yaitu kejujuran sebagai kunci utama dari perdagangan. Islam pun menganjurkan supaya umatnya berusaha untuk kaya. Mengapa? Simple saja, kekayaan bisa membantu kita untuk berbuat amar ma’ruf nahi mungkar. Mo sedekah ke fakir miskin kalo kita punya rezeki yang banyak tentu akan lebih baik. Mo naik haji juga tentu ada biaya transportasi yang mesti dikeluarkan. Dan untuk membangun sebuah masjid juga dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu umat islam harus maju di dalam mata pelajaran ekonomi dan bisnis. Kenapa lagi coba? Karena… 9 dari 10 pintu rezeki yang ada itu adalah melalui perdagangan. Ga main-main lho.

 

Besok malam aku ada seminar tentang bisnis. Semoga banyak ide-ide creative yang dapat muncul di kepala ini saat termotivasi untuk berusaha J

 

Pekerjaan yang paling enak itu adalah yang tidak terikat oleh waktu, tempat, dan peraturan. Hal ini hanya bisa terjadi kalau jabatan kita adalah sebuah owner dari suatu usaha..

 

Doakan saja cita-citaku untuk jadi pengusaha bisa kesampaian. Mari sama-sama menjemput rezeki Allah dengan cara yang halal….

 

^___^

 

Semangat!!! Semangat!!!

Karena apakah seseorang bisa masuk surga?

Seorang hamba Allah masuk surga bukan karena amalan-amalannya…
Bukan karena tiap hari ia sholat lima waktu plus sholat-sholat sunah yang lain saja.
Bukan karena ia taat puasa ramadhan dan rajin puasa sunnah saja.
Dan, bukan karena teratur mengeluarkan zakat bahkan sedekah..
Terlalu kecil amalan-amalan di atas untuk sekedar mendapatkan tiket masuk surga
Lantas apa?
Seorang hamba Allah masuk surga karena Rahmat Allah padanya, karena Kasih SayangNya pada hamba-hambaNya…
Masalahnya adalah bagaimana mengundang Rahmat Allah tsb?
Yaitu dengan melakukan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya
Jika kita telah berusaha melakukan segala amalan yang dicintai Allah
Tinggallah menunggu keputusanNya, akan diletakkan dimana kita..
Rasulullah SAW pernah berkata,
“Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”.
Lalu para sahabat bertanya:
“Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”
Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga tidak cukup”.
Lalu para sahabat kembali bertanya :
“Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”
Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.
Memahami Allah dengan menggunakan kemampuan akal manusia adalah sia-sia, karena hakikat sifat-sifat Allah tidak dicerna oleh akal manusia, tapi oleh hati manusia. Hati manusia akan membantu kita memahami Allah, karena didalam hati bersemayam fitrah manusia yang salah satunya memiliki sifat-sifat cinta kepada Allah. Hatipun perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran (sifat sombong, dengki, kikir, dsbnya) agar fitrah manusia bisa diaktifkan untuk memahami sifat-sifat Allah dengan baik.
Melalui pengenalan yang baik terhadap Allah melalui cara-cara yang diatur dalam Qur’an dan hadits, akan kita temukan bahwa Allah mensyaratkan aqidah Islam yang benar sebelum segala amal ibadahnya diterima.
Aqidah adalah hal yang pokok yang membedakan Islam dengan agama lainnya.
Aqidah adalah fondasi bangunan seorang umat Muslim, sedang ibadah (syariah) adalah dinding bangunan seorang Muslim, lalu akhlak adalah atapnya. Tanpa fondasi maka ia pun tidak bisa mendirikan bangunan diri seorang Muslim, tanpa aqidah yang benar dan lurus iapun tidak pantas disebut seorang Muslim. Tanpa ibadah yang sesuai syariah Islam, iapun belum sempurna untuk dikatakan sebagai sebuah bangunan yang bernama Muslim. Demikian pula, tanpa Atap yang bernama akhlak, bangunan yang bernama Muslim ini belum utuh dan akan mudah rusak oleh hujan dan panas.
Muslim yang baik wajib memiliki ketiga syarat ini (aqidah, ibadah dan akhlak) secara lengkap, tidak kurang satupun, dan harus sempurna. Bila aqidahnya salah, maka kekal lah ia di neraka, bila ibadah dan akhlak buruk maka ia ‘mungkin’ masih berpeluang masuk surga setelah di’cuci’ dulu di neraka. Semoga kita tidak termasuk sebagai orang yang di’cuci’ dulu, apalagi kekal, di neraka. Mumpung kita masih hidup di dunia ini, semoga kita diberi ilmu oleh Allah SWT mengenai kedahsyatan akhirat dan neraka, supaya kita tidak menggampangkan diri untuk menganggap bahwa di’cuci’ di neraka adalah bukan masalah besar.
Memang sanggup panasnya?
Siapa dunk yang mau kipasin?!
Naudzu billah min dzalik.

Why we have to be married in Islam?

1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi  
Perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), yang di halalkan dalam Islam bukan dengan cara-cara yang diharamkan oleh Allah SWT. 
 
2. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur  
Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  
“Artinya : Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi). 
 
3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami 
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :  
“Artinya : Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dhalim”. (Al-Baqarah : 229). 
 
Yakni keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalamsuratAl-Baqarah lanjutan ayat di atas :
“Artinya : Kemudian jika si suami menthalaqnya (sesudah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dikawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami yang pertama dan istri) untuk kawin kembali, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui “. (Al-Baqarah : 230). 
Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah WAJIB. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, maka ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal :
a. Harus Kafa’ah
b. Shalihah
a. Kafa’ah Menurut Konsep Islam
Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja. 
 
Menurut Islam, Kafa’ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa’ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat taqwanya (Al-Hujuraat : 13). 
 
“Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujuraat : 13). 
 
Dan mereka tetap sekufu’ dan tidak ada halangan bagi mereka untuk menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :  
“Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175). 
 
b. Memilih Yang Shalihah
Orang yang mau nikah harus memilih wanita yang shalihah dan wanita harus memilih laki-laki yang shalih.
Menurut Al-Qur’an wanita yang shalihah ialah : 
 
“Artinya : Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisaa : 34). 
Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits yang Shahih di antara ciri-ciri wanita yang shalihah ialah :  
“Ta’at kepada Allah, Ta’at kepada Rasul, Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al-Ahzab : 32), Tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram, Ta’at kepada kedua Orang Tua dalam kebaikan, Ta’at kepada suami dan baik kepada tetangganya dan lain sebagainya”.
Bila kriteria ini dipenuhi Insya Allah rumah tangga yang Islami akan terwujud. Sebagai tambahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita yang peranak dan penyayang agar dapat melahirkan generasi penerus umat.
4. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah 
Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah). 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  
“Artinya : Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? Jawab para shahabat :”Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !”. (Hadits Shahih Riwayat Muslim 3:82, Ahmad 5:1167-168 dan Nasa’i dengan sanad yang Shahih). 
 
5. Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih 
Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman :  
“Artinya : Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72). 
 
Dan yang terpenting lagi dalam perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah.Tentunya keturunan yang shalih tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Kita sebutkan demikian karena banyak “Lembaga Pendidikan Islam”, tetapi isi dan caranya tidak Islami. Sehingga banyak kita lihat anak-anak kaum muslimin tidak memiliki ahlaq Islami, diakibatkan karena pendidikan yang salah. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar. 
 
Tentang tujuan perkawinan dalam Islam, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.  

To be one – each other

What greater thing is there for two human souls

than to feel that they are joined together to strengthen

each other in all labor, to minister to each other in all sorrow,

to share with each other in all gladness,

to be one with each other in the silent unspoken memories?