Surat cintaku untuk Allah,,,

Bismillah,,,,

Ya Allah,,, Betapa bahagianya hati ini dikala aku sampai pada saat dimana aku mampu menyempurnakan setengah dienku… Betapa sumringah hati ini kala ijab kabul didendangkan… Betapa luruh jiwa ini tatkala menyadari statusku yang baru sebagai seorang istri… bukankah seorang istri selalunya lebih indah daripada seorang gadis??

Ya Allah,,, Meski telah habis kubaca berbagai buku dan tulisan yang menyertai perjalanan baruku sebagai seorang istri… tapi tetap kuakui, begitu banyak kekhawatiran yang timbul saat aku memandang makhluk-Mu yang sekarang selalu berada disampingku. Setelah kurunut kembali pilin-pilinan hatiku, aku begitu takut… takut terlalu dalam mencintainya…. Melebihi cintaku pada-Mu dan pada kekasih-Mu… aku pun takut terlalu banyak berharap padanya…

Wahai Tuhan yang Satu… Siapakah yang dapat menjamin apa yang akan kami berdua hadapi dikedepannya?? akankah kami selalu mampu untuk saling mengerti dan saling memahami hingga maut memisahkan?? akankah kami selalu dapat berbagi ditengah ujian yang pasti akan datang??

Wahai ya Allah, aku tak ingin berpegang pada selain dirimu. Hanya pada-Mu kutumpahkan seluruh harapan dan asa di diri ini. Mengharap dapat menggapai ridho-Mu tatkala mesti mengabdi sebagai seorang istri…

Ya Allah,,, aku bukanlah Siti Khadijah, bukan pula Fatimah Azzahra ataupun Siti Aisyah. aku tak memiliki kemuliaan akhlak seperti mereka… Betapapun aku berusaha untuk menjadi istri yang solehah, tetap saja aku ini manusia yang lemah dan penuh kekurangan. Kemana harus kusampaikan duka lara yang mungkin timbul untuk mewarnai perjalanan ini jikalau bukan pada-Mu?? Kemana harus aku berteduh disaat badai menghampiri jikalau bukan pada-Mu??

Ya Allah,,, Milikilah hatiku ini… Milikilah kerinduanku ini… Jangan biarkan aku mencintai makhluk-Mu dalam kebutaan yang berkepanjangan… jangan biarkan aku merindui makhluk-Mu dalam kegilaan yang tak bertepi…

Ya Allah,,, aku takut ketika nanti saatnya cemburu berkaca di balik hati, hati ini menjadi sedemikian keras dan hitam. Nafas ini menjadi sedemikian menggebu dan berhujung pada sikap yang menentang perintah-Mu.

Ya Allah,,, aku memohon,,,, jagalah aku dari keburukannya, rahmatilah aku dengan kebaikannya, cukupkanlah kami dengan ridho-Mu, izinkan kami menapaki bahtera ini dengan pijakan iman dan takwa. Ingatkan kami untuk selalu berpulang ke pangkuan-Mu, ajari aku keikhlasan, ajari aku kesabaran, ajari aku ketabahan ya Allah. Kuatkan aku… Izinkan aku menikmati buah surga diakhir perjuanganku… aku menyadari tidak hanya keringat, darah dan air mata yang dikorbankan. Tapi jiwa raga ini… hidup ini..!!! bukankah ini jihadku??? ladang pahalaku???

Wahai Allah yang Maha Menguasai diri ini, saat cintanya mulai berpaling dari diriku kelak, ajarilah aku keistiqomahan untuk menjadi istri yang solehah… berikan aku keridhaan dan kepulihan melalui cahaya mata-Mu… Karuniakanlah kami penerus syahadatmu… yang kan jadi pelipur hati… yang kan jadi pengikat cinta kami… semoga kelak cahaya mata yang Engkau anugerahi akan menjadi mujahhid dan mujahhidah sejati, pembela ajaran yang lurus ini. Menjadi pemimpin yang adil bagi keluarga dan orang lain, menjadi penghafal Qur’an… ayat-ayat cinta-Mu…

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment